Anak Gadis Yang Tak Pernah Menangis

gambar-siluet-anak-perempuan-duduk-di-lantai2

Siang itu panas nampaknya, hingga keringat bertetes sudah melupa. Kamu tlah tujuh bulan berumur dalam dinding kokoh penuh lentera kasih ibumu. Lebih cepat dua bulan dari biasa orang, yang menunggu bahagia sang titipan.

Ku turut mengantar nenekmu yang juga menanti sejak lama kehadiranmu, cucunya. Penantian bahagia ibu bapakmu juga nenekmu pun terbinar dari bola mata mereka. Dalam ruang yang sejuk dan wangi aku duduk menantimu.

Sayup-sayup kudengar tangis dari dalam, bukan kebahagiaan yang kurasa. Bertanyaku dalam pikiran bingung tentang apa yang terjadi disana. Kutinggal tempat duduk menyegerakan  berdiri tuk menengokmu.

Tuhan mempunyai kehendak. Wajah cantik sucimu membuat peluh mataku berkeliaran sedih. Ibumu lemas pucat, ayahmu terdiam, pun nenekmu tak mengucap apa-apa. Jelas terngiang raut kesedihan mendalam dari mereka. Mungkin ini cara-Nya untuk membahagiakanmu segera.

Kami selalu menyayangimu walau kita bersua dalam kesedihan, dengan kehilangan yang tak kami harapkan. Baik-baik di tempatmu, kelak kamu akan bertemu ibumu yang memendam rasa rindu akan memelukmu, rasa rindu akan menciummu, rasa rindu dari ibu untuk buah hatinya.

(Untukmu yang dalam dekap kasih Ilahi)

Advertisements

About arif rahman

Duniaku tak seluas duniamu, sempit dan terbatas kata-kata
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s