Relung Merenung



Semua akan bersua

Pada jurang yang meraba-raba,

nantinya

Tak usah menunggu usah

Kedatangannya semacam takdir

Bak hujan rintik dikepung petir


Lingkaran petang membentang lantang

Usai rindu mewabahi senja

Kemampiran cuma sehari

Seperti pagi bertemu pagi

Jangan mencoba tuk mempersepi

ikatan batin dengan Ilahi


Lihatlah lihat

Ingatlah ingat

Bagaimana dulu kita terbentuk

Sebelum kita terlanjur melapuk


Lorong raya bernadi pekat hitam pucat

Indah udara hirup semaunya

Kubangan warna memikat mata

Adakah syukur tersurat sapa terucap?


(Semalam dalam lamunan dengan sejuta pertanyaan)

Advertisements

About arif rahman

Duniaku tak seluas duniamu, sempit dan terbatas kata-kata
This entry was posted in coretan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s