Si Pohon Tua

sumber gambar

Sebilah sangkur pecuti kenanganku, tak seperti dulu. Atau aku sajakah yang terlalu hina? Hati kecilku memuntahkan rasaku. Sudah berbeda, bayanganku tersalahkan dengan secuil sentuhan tadi. Rasanya malu, rasanya ingin saja melepas diriku dan membawanya ke atas terbang. Tersapu angin dan tak berbeban.

Ya, pohon renta ini sudah ditinggalkan burungnya. Sarangnya saja sudah jatuh bersamaan dengan dedaunan kering. Jangankan hinggap di rantingnya, menoleh saja pun tidak. Dia terbang mencari pohon yang lebih rindang dan hijau. Pohon inipun perlahan menjadi rapuh dan dimakan tanah.

Pergilah wahai burung, terbanglah menuju tempat yang kau rindukan selama ini. Jangan kembali pada pohon yang bahkan tak dapat meneduhkanmu. Biarkan pohon ini menikmati masanya, tertikam dalam sepi dan dinginnya kesunyian tanpa nur yang dulu menghangatkannya.

Advertisements

About arif rahman

Duniaku tak seluas duniamu, sempit dan terbatas kata-kata
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s