Di Kala Kemarau Pergi

sumber ilustrasi gambar

Setabur pasir pelipur senduku

Menjadikan cakrawala terbuka

Dan terbuka, tabirnya

Menyala-nyala merah

Penuh gairah sembiratkan semu

Dalam sejuta pertanyaan burung camar

Dalam bisikan angin timur yang membelai lembut,

bagai melodi di kala kemarau pergi

Lalu karang pun ikut bicara,

“Dan selaut apapun rinduku berkabung, 

tak pernah pula senja menggores lukanya.”

Advertisements

About arif rahman

Duniaku tak seluas duniamu, sempit dan terbatas kata-kata
This entry was posted in coretan and tagged , , . Bookmark the permalink.